Pemerhati Perempuan Meminta Pihak Terkait Serius Menangani Stunting dan Gizi Buruk Di Papua Barat Daya

Avatar

- Redaksi

Minggu, 23 Juni 2024 - 20:11 WIB

502 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya — Emansipasi Wanita di masa kini Sosok Raden Ajeng Kartini tampak tidak lepas menjadi topik pembicaraan seputar emansipasi wanita. Usaha Kartini dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan diberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya menjadikan Kartini dikenal sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita.

Emansipasi perempuan tidak semata-mata berfokus pada kesetaraan antara hak laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang termasuk dalam ranah politik dalam memperjuangkan dan membela nasib, kepentingan dan hak-hak kaum perempuan.

Sosok Maria Jitmau yang merupakan tokoh muda perempuan yang sangat fokus pada perjuangan hak-hak kaum perempuan Papua agar bisa diakomodir dan didengarkan dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, Maria Jitmu juga berjibaku menyuarakan agar sumber daya manusia khususnya generasi muda diperhatikan dan diperdayakan potensi secara maksimal baik dari aspek bakat, kompetensi, karakter dan ilmu.

Selain itu juga, Maria Jitmau menginginkan agar persoalan gizi buruk atau stunting bisa diturunkan bahkan dihilangkan karena hal ini berdampak pada mental dan fisik generasi penerus pada masa mendatang.

Menurut Maria Jitmau untuk menyelesaikan persoalan gizi buruk atau stunting dan pemberdayaan kapasitas generasi muda termasuk perjuangan hak-hak perempuan atau mama-mama di Papua dibutuhkan sosok yang berani, pekerja keras dan siap berkeringat untuk melayani dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Saya sebagai Aktivis dan Pemerhati Perempuan Papua meminta kepada Tim Seleksi DPRP/ DPRK Otsus Papua agar mempertimbangkan secara seksama keterwakilan perempuan yang kuota yang diperuntukkan untuk perempuan dalam memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan. Sebab, hanya perempuan yang tahu secara komprehensif, tepat dan benar untuk bagaimana derajat dan martabat perempuan jauh lebih baik lagi kedepannya, ungkap Maria Jitmau.

Berita Terkait

Satgas Buaya Putih Berikan Edukasi Anak Papua Cara Merawat Kebersihan Gigi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 03:40 WIB

Manfaatkan Hubungan dengan Pemerintah untuk Mengurangi Dampak Krisis

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:43 WIB

Tumbuh Pesat Dua Tahun Terakhir, Bittime Resmikan Kantor Baru

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:39 WIB

Meningkatkan Keamanan NDT di Industri Oil & Gas dengan Drone Inspeksi Voliro T

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:36 WIB

Strategi untuk Bisnis agar Tetap Patuh terhadap Regulasi yang Berkembang di Indonesia

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:03 WIB

Tantangan dan Peluang dalam Sektor Konstruksi di Indonesia

Senin, 15 Juli 2024 - 23:30 WIB

Harga ETH Diprediksi Bakal Segera Meroket, Ini Analisis Terbarunya!

Senin, 15 Juli 2024 - 23:28 WIB

Menjadi Pembicara Handal: Kunci Sukses Melalui Public Speaking di Era Modern bersama Priska Sahanaya, Pronas, dan Sinotif di SD, SMP, dan SMA ADVENT 1

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:23 WIB

Business Analytics dalam sudut pandang Transcosmos Commerce di Launching jurusan terbaru Binus Online University

Berita Terbaru