Lonjakan Transaksi Kripto di Indonesia: Mei 2024 Catat Peningkatan

Avatar

- Redaksi

Rabu, 3 Juli 2024 - 02:48 WIB

501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis (Sumber: Vritimes.com)

Dokumentasi CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis (Sumber: Vritimes.com)

Volume transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia mencatat angka yang signifikan Pada Mei 2024. Data Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi Indonesia (Bappebti) menunjukkan bahwa transaksi kripto mencapai Rp49,82 triliun, mengalami lonjakan sebesar 506,83% dibandingkan dengan Mei 2023.

Sepanjang Januari hingga Mei 2024, total nilai transaksi telah mencapai Rp260,9 triliun, melebihi total transaksi sepanjang tahun 2023 yang sebesar Rp149,3 triliun. Kenaikan ini menunjukkan tren positif dan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap aset kripto di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), Yudhono Rawis, mengatakan pertumbuhan transaksi kripto ini sangat positif. Menurutnya, hal ini mencerminkan minat yang semakin tinggi dari masyarakat terhadap investasi kripto di Indonesia, meskipun terdapat berbagai tantangan yang dihadapi industri ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tantangan yang dihadapi pasar kripto global saat ini cukup kompleks. Situasi makroekonomi yang belum stabil, ditambah dengan sikap The Fed yang belum melunak terhadap kebijakan moneternya, memberikan tekanan pada pasar kripto. Selain itu, arus masuk ETF Bitcoin yang melemah dari investor institusi di Amerika Serikat juga mempengaruhi sentimen pasar. Meskipun demikian, kami tetap optimis dengan pertumbuhan industri kripto di Indonesia, karena minat dan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto terus meningkat,” kata Yudho.

Jumlah Investor Kripto

Sementara, jumlah investor kripto di Indonesia hingga Mei 2024 mengalami penurunan menjadi 19,75 juta pelanggan, dibandingkan dengan April 2024 yang mencapai 20,16 juta. Penurunan ini disebabkan oleh penyesuaian data setelah salah satu Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) berhenti beroperasi. Di sisi lain, jumlah investor aktif yang bertransaksi pada Mei 2024 tercatat sebanyak 893.541, dengan penambahan jumlah investor sebesar 363.101 pada bulan tersebut.

Yudho juga memberikan pernyataan terkait penyesuaian data jumlah investor. Ia menjelaskan bahwa proses penyesuaian ini penting untuk memastikan data yang akurat dan mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. “Kami dari asosiasi telah mengikuti perkembangan terkini terkait rencana penutupan bisnis salah satu CPFAK di Indonesia. Kami menghormati keputusan perusahaan tersebut dalam merespon dinamika yang terjadi.”

Ia menegaskan bahwa asosiasi akan terus mengawal proses penutupan bisnis salah satu CPFAK tersebut agar tetap mengutamakan keamanan dana nasabah. “Kami mendorong untuk menyelesaikan semua kewajibannya kepada para nasabah dengan transparan dan akuntabel,” tambah Yudho yang juga CEO Tokocrypto.

Yudho juga yakin bahwa proses penutupan entitas CPFAK tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap perkembangan industri kripto di Indonesia. Menurutnya, potensi besar dan pertumbuhan dari sisi jumlah investor dan nilai transaksi masih terlihat jelas.

Industri kripto di Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar. Potensi pertumbuhan industri ini sangat besar, dengan semakin banyaknya inovasi teknologi blockchain dan minat yang tinggi dari masyarakat. Selain itu, regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemerintah serta asosiasi terkait juga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri ini.

Diketahui, pengelolaan aset kripto akan dialihkan dari Bappebti ke OJK mulai Januari 2025. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Ke depan, diharapkan inovasi-inovasi baru dapat dihadirkan sehingga aset kripto dapat digunakan dan digemari oleh masyarakat secara luas.

Tentang Tokocrypto 

Didirikan pada 2018, Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No. 1 di Indonesia dengan lebih dari tiga juta pengguna dan nilai rata-rata transaksi harian mencapai US$30 juta, serta mendapatkan dukungan penuh dari Binance, platform global exchange No.1 di dunia.

Tokocrypto bertujuan untuk menjadi bursa aset digital terkemuka di Asia Tenggara dengan menyediakan platform yang mudah, sederhana, instan, dan aman bagi pelanggan untuk bertransaksi dengan percaya diri. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed, Begini Strategi Investasi Saham yang Tepat
KITAS vs Visa Bisnis: Memilih Izin yang Tepat untuk Bekerja di Indonesia
Mengenal Barantum, “All in One CRM Solution” Garapan PT Kosada Grup Indonesia
Priska Sahanaya: Mengupas Teknik Public Speaking Efektif Bersama PRONAS di SMP Hati Kudus
Rekomendasi Layanan Hosting Gratis di Indonesia dari TechnoGIS
Halo Robotics Memperkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil & Gas
20 Penyebab Genset Rusak yang Harus Anda Ketahui
Hadi Kuncoro: Bongkar Rahasia Profit Bisnis Milyaran Per Bulan Lewat Transformasi Digital

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 01:57 WIB

Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed, Begini Strategi Investasi Saham yang Tepat

Sabtu, 13 Juli 2024 - 01:46 WIB

KITAS vs Visa Bisnis: Memilih Izin yang Tepat untuk Bekerja di Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 03:08 WIB

Mengenal Barantum, “All in One CRM Solution” Garapan PT Kosada Grup Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 03:06 WIB

Priska Sahanaya: Mengupas Teknik Public Speaking Efektif Bersama PRONAS di SMP Hati Kudus

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:46 WIB

Halo Robotics Memperkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil & Gas

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:24 WIB

20 Penyebab Genset Rusak yang Harus Anda Ketahui

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:22 WIB

Hadi Kuncoro: Bongkar Rahasia Profit Bisnis Milyaran Per Bulan Lewat Transformasi Digital

Selasa, 9 Juli 2024 - 08:55 WIB

Dorong Startup Indonesia Adopsi AI, Telkom dan Kitiran Foundation Gelar Workshop di Yogyakarta

Berita Terbaru