Kuasa Hukum Ishak Hamzah Meminta Hakim Objektif Dalam Penanganan Perkara Perdata 233

Avatar

- Redaksi

Jumat, 7 Juni 2024 - 22:19 WIB

502 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar | Kuasa hukum Ishak Hamzah mengungkap kenyataan fakta ril dalam gugatan perdata kliennya nomor 233 Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Achmad Ilham, SH, MH, C.PL menyatakan bahwa kejelasan gugatan kami ini tentang subtansi status objek perkara adalah tanah adat C1 bukanlah tanah ex verponding.

“Hal tersebut itu sudah dijawab dengan bukti tergugat sendiri dalam keterangan fakta bukti formil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) milik tergugat Hj. Wafiah syahrir yang menerangkan menggunakan blok 007,” terang Achamd Ilham dalam keterangan persnya yang digelar di depan PN Makassar Jl. R.A. Kartini, Rabu (05/06/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dimana blok 007 itu adalah fakta yang jelas kalau objek perkara adalah tanah adat C1, bukanlah tanah yang berasal dari ex verponding. Sebagaimana didalilkan tergugat Hj. Wafiah Syahrir maupun turut tergugat satu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar,” tambahnya.

Tergugat satu memberikan pembuktian bahwa pemilik awal yang bernama Oesong Hoang itu dari Akte Jual Beli (AJB) beralih ke Ambo Day Djamalu ini tidak memiliki kelengkapan bukti formil sesuai aturan yang dimana dalam proses peralihan ini kami anggap cacat hukum administrasi, karena tidak memiliki kelengkapan secara prosedural tentang peralihan itu sendiri, tidak memiliki PBB atas nama Oesong Hoang yang seharusnya ada. Kemudian nomor NIK KTP Oesong Hoang, begitupun H. Ambo Day Djamalu, hal-hal ini tidak cukup bukti. “Jadi kami menganggap hukum formil pembuktian-pembuktian yang diadakan turut tergugat dalam hal ini ATR/BPN Kota Makassar tidak memiliki keutuhan kelengkapan secara prosedural administrasi sebagai syarat formil peralihan itu sendiri.

“Seharusnya diantara peralihan tersebut harus memiliki NIK KTP masing-masing pihak dan PBB atas nama Oesong Hoang dan masih banyak lagi syarat-syarat lainnya dalam HGB atas nama Oesong Hoang yang harus dibuktikan turut tergugat,” tegasnya.

Lanjut Ilham mengatakan, dimana blok 007 itu kode yang memang sudah mendapatkan legitimasi melalui validasi instansi Kantor Direktorat Jenderal Pajak Sulselbar (Ipeda).

Sebagaimana keterangan Kepala Kantor Ipeda tahun 1988, Drs. Laode Kadir. instansi yang memiliki otoritas kewenangan tentang status objek lahan di kampung Barombong No. 61 adalah tanah adat bukan tanah ex verponding.

Dengan demikian harapan kami agar hakim yang menangani gugatan perdata kami dengan no.233. Hakim dapat berkesimpulan dalam putusannya nanti yang tidak bertentangan atau menggugurkan fakta kebenaran yang berada pada kejelasan kantor Direktorat Jendral Pajak (IPEDA) sebagaimana semua pembuktian kami selaku penggugat. kesemuanya memiliki kecocokan data pada Kantor Direktorat Jendral Pajak (Ipeda) yang memiliki buku induk tentang status tanah kampung Barombong No.61. Olehnya itu, hakim harus objektif melihat secara fakta bukti-bukti Ahli waris Ishak Hamzah.(*Rz)

Berita Terkait

Resmi Terbentuk, Ini Pinta Adam Ketua DPD AMI Kuansing
Sambil Terisak di Depan Sidang Kasus Kematian Virendy, Ibu Kandung Terdakwa Berharap Majelis Hakim Berikan Putusan Terbaik
SD Negeri 98 Kendari Membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2024-2025
Terus Menjalin Sinergitas Tni – Polri, Polsek Pancur Batu Laksanakan Olahraga Bersama Dengan Resimen Arhanud-2/SSM
Luar Biasa Oknum Dparat Desa Kabupaten Maros diduga ikut Cari Untung Dalam Penjualan Lahan
Adi Jihadi: Gunakan Hak Pilih dan Menjaga Kamtibmas Kondusif Menjelang Pilkada Serentak 2024 di Jawa Tengah
Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar Buka Pembinaan Pelatihan Bersertifikat Bagi WBP
Polres Enrekang Gelar Bakti Religi Bersihkan Sejumlah Tempat Ibadah di Wilayah Hukumnya

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 01:57 WIB

Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed, Begini Strategi Investasi Saham yang Tepat

Sabtu, 13 Juli 2024 - 01:46 WIB

KITAS vs Visa Bisnis: Memilih Izin yang Tepat untuk Bekerja di Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 03:08 WIB

Mengenal Barantum, “All in One CRM Solution” Garapan PT Kosada Grup Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 03:06 WIB

Priska Sahanaya: Mengupas Teknik Public Speaking Efektif Bersama PRONAS di SMP Hati Kudus

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:46 WIB

Halo Robotics Memperkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil & Gas

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:24 WIB

20 Penyebab Genset Rusak yang Harus Anda Ketahui

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:22 WIB

Hadi Kuncoro: Bongkar Rahasia Profit Bisnis Milyaran Per Bulan Lewat Transformasi Digital

Selasa, 9 Juli 2024 - 08:55 WIB

Dorong Startup Indonesia Adopsi AI, Telkom dan Kitiran Foundation Gelar Workshop di Yogyakarta

Berita Terbaru